![]() |
| source: pinterest |
tiap pagi aku bangun paling dulu
mengikat kencang simpul tali sepatu
melipat rapi kerah kemeja biru
menyisir klimis rambut tipisku
kujatuhkan langkah terbaik di kampus itu
belajar lalu berorasi dari waktu ke waktu
sampai serak suaraku, sampai habis peluhku
pagi dan siang makan jadi satu
hari libur dan tanggal merah hanya isu
sibukku menjadi candu
larut tiba waktu istirahatku
merebah
melepas lelah
di ruang petak tiga kali empat
di ratusan kilometer jauhnya dari rumah
hari ini
kesibukan mengiringiku
mungkin saja besok juga begitu
“baguslah,” kataku
agar tak sia-sia hidupku
tapi tunggu dulu,
rasanya,
ada yang tertinggal
oh, iya
aku hampir lupa sesuatu
aku lupa
belum mengucap rindu; pada Ibu
yang barangkali sudah menunggu.
-Bandung, di suatu waktu sibukku.

0 comments:
Post a Comment