13 Januari 2010
Siang itu di sekolah lagi pelajaran praktek
fisika. Praktek kali ini aku cuma sama si ‘At’. Padahal kata Bu Asih satu kelompok suruh
berempat atau lima .
Waktu lagi ngambil alat-alat untuk praktek, aku sama temenku (At) cuma
kebagian bahannya dikit, sedangkan mereka (tiga orang sahabatku yg lain) dapet banyaaak banget.
Kalau lagi praktek kan kita pasti pada sibuk sendiri tuh,
sana-sini lah, nyari ini nyari itu lah, yaaah, pada sok sibuk semua lah
pokoknya. Dan saat itu mereka bertiga gak ngajak aku sama At. Entah kenapa, aku sama At
juga lagi agak gimanaaa gitu sama mereka. Entah juga kenapa mereka sekarang
kayaknya agak berubah. Kayaknya sih semenjak mereka pada pacar-pacaran. Sedangkan aku sama At udah berprinsip kalau kita ga mau pacaran di masa SMP ini.
Aku gak nyalahin mereka bertiga sih. Nggak sama sekali.
Aku, At, dan mereka emang gak salah! Di
antara kami emang gak ada yang salah.
Saat itu, aku melihat diriku dan kawanku
(At) rasanya kasihan sekali. Mengapa kami cuma berdua? Mengapa kami tak bersama
mereka? Mengapa? Why? Why? And why?
TAPI, bukan berarti kita gak bersama lagi,
kita masih tetap yang dulu, hanyaaaa sedikit berbeda aja rasanya.
======================================================================
Tulisan di atas telah melalui proses editing demi mengubah kata-kata alay yang sempat hits pada masanya.
nb:
At = Lintang, sedangkan 3 orang yang lain itu Erinda, Okta, Wulan.
Hahahaha ternyata dari SMP kami udah pinter drama gitu.

0 comments:
Post a Comment