Saturday, March 9, 2019

Dear Shera,


Dear Shera, (not too) long time no see ya!

Mungkin sekitar empat atau lima bulanan lah no see you, tapi cukup mengejutkan buat aku. Where are you, exactly? 

Aku ga tau atas dasar apa kamu tiba-tiba hapus Line, WhatsApp, and another socmed, lalu hilang dari peradaban dan lost contact gitu aja, seolah-olah emang berniat menjauh. Sampai sekarang masih kepikiran sih, aku salah apa, ya? Atau, Shera kenapa, ya? Mau nikah apa, ya? Atau jangan-jangan menjauh karena kita "teman beda agama"? Haha, pasti ga se-drama itu, sih. But, again, why???

Untuk kadar sebuah pertemanan yang: satu jurusan, satu kelas, hampir tiap hari ketemu, hampir tiap hari gegoleran di kosan, makan bareng, jajan bareng, main bareng, nyontek tugas bareng, sambat bareng, mengeluhkan perihal salah jurusan bareng, mengeluhkan perihal kriteria suami idaman bareng, ansos bareng, males-ketemu-temen bareng, nge-perpus bareng, bisnis bareng, diem-diem naik ke loteng kampus bareng, sampai ngomongin hal-hal yang berguna bagi nusa dan bangsa bareng.

Yang ibaratnya tuh, dulu kamu hampir tiap hari ada di depan mata aku dari baru bangun tidur, sampe mau tidur lagi. Ehhh, tiba-tiba ngilang tanpa ancang-ancang.
Kannn, bingung akutu..

Padahal dulu aku sempet suudzon dan ngebatin dalem hati, "ntar kalau udah lulus, ini orang bisa ga ya go on tanpa saya?" Karena saking apa-apa-nya tuh kamu selalu minta pertimbangan aku dan susah banget menentukan pilihanmu sendiri.
"Mba, aku daftar TUM ga, ya?"
"Mba, liat geura, aku pake baju ini cocok ga?"
"Mba, aku deg-degan, gimana dong?"
"Maw, menurut maneh, urang teh kudu kunaon?"
"Maw, gimana, dong?"
"Mba...."
"Mba..."
"Mba.."
Sampe suatu hari aku pernah pergi dari kosan karena kesel banget denger maneh tiap hari mbak-mbek-mbak-mbek mulu. Hahahaha

But, deep inside, Sher..
Terima kasih sudah mau menjadi teman baik saya di saat saya tidak mau berteman dengan siapa-siapa. Terima kasih sudah selalu jadi sosok yang "ada" di tiga tahun jatuh-bangun saya kemarin. Saya kira, ga cuma berjalan tiga tahun aja, saya kira bakalan berlanjut terus. Tapi ga apa, tiga tahun atau berapapun, kamu sudah jadi orang baik buat saya, semoga kebaikan-kebaikanmu di balas Tuhan.

Sweet Regards,
Your (maybe) best and closest friend for three years.




0 comments:

Post a Comment